Setiap remaja perlu memahami informasi
yang berkaiatan dengan HIV dan AIDS. Kelompok remaja adalah kelompok
yang rentan terpapar HIV. Tetapi kelompok remaja juga bisa menjadi
kelompok utama penggerak kepedulian akan pencegahan dan penanggulangan
HIV dan AIDS. Syarat utamanya adalah dengan memahami apa itu HIV, AIDS,
IMS, Kesehatan reproduksi dan narkoba. Selanjutya berusaha memberdayakan
diri dengan ikut mengedukasi teman sebaya dan lingkungan sekitar.
AIDS dapat diartikan sebagai sekumpulan gejala penyakit akibat
menurunnya sistem kekebalan tubuh seseorang. AIDS merupakan fase akhir
dari infeksi HIV. IMS merupakan singkatan dari Infeksi Menular Seksual.
IMS adalah infeksi yang ditularkan melalui hubungan seksual. Selain HIV,
ada banyak infeksi lain yang juga ditularkan melalui hubungan seksual.
IMS meningkatkan peluang seseorang terinfeski HIV menjadi 5-10 kali
lipat. Kesehatan reproduksi adalah keadaan sehat baik secara fisik,
mental, maupun sosial yang berkaitan dengan sistem reproduksi.
Sistem reproduksi terdiri dari alat-alat reproduksi laki-laki dan
perempuan serta fungsinya. Reproduksi yang sehat menyangkut pengetahuan
sikap, dan perilaku seseorang yang berkaitan dengan alat reproduksi dan
fungsi-fungsinya serta gangguan-gangguan yang mungkin timbul. Narkoba
singkatan dari narkotika, psikotropika dan bahan-bahan berbahaya. Secara
resmi sering disebut dengan NAPZA (Narkotika, alkohol, psikotropika,
dan zat adiktif lainnya). Penggunaan narkoba mengakibatkan
ketergantungan secara fisik dan psikologis serta kerusakan pada sistem
syaraf dan organ-organ tubuh. Penjelasan tersebut merupakan rangkaian
informasi yang berkaitan dengan HIV dan AIDS.
Usaha selanjutnya memberdayakan diri sendiri. Langkah ini seperti
selektif dalam pergaulan dimana adanya lingkungan yang positif untuk
membawa pada dampak positif baik dari segi perilaku maupun cara
berfikir. Langkah selanjutnya dengan membentengi diri dengan bekal
agama. Mendekatkan diri dengan Tuhan akan menjauhkan diri dari perbuatan
yang dilarang oleh Tuhan. Seseorang akan memiliki keyakinan bahwa Tuhan
selalu melindungi hambaNya. Mengikuti nasehat orang tua agar memiliki
akhlak yang baik. Tentunya orang tua telah merencanakan masa depan anak
sehingga seorang anak memiliki tujuan hidup yang jelas dan terarah.
Setelah remaja mampu membentengi diri sendiri dengan bekal beragam
pengetahuan. Remaja mampu menyampaikan informasi positif tersebut untuk
orang lain. Remaja dapat bergabung pada komunitas anti narkoba. Remaja
dapat melakukan perencanaan program yang tepat dan sesuai dengan
usianya. Program yang berbentuk mendidik dan menghibur apalagi adanya
teknologi yang canggih saat ini dapat menyebarkan informasi dengan
mudah.
Sumber : https://www.duniaremaja.jogjaprov.go.id/detil-berita/104/1/Hubungan-Erat-Remaja,-HIV-dan-AIDS,-dan-Narkoba
HUBUNGAN ANTARA HIV DAN NARKOBA
Minggu, 30 September 2018
Bagaimana Anda Bisa Terkena HIV dari Narkotika dan Obat-obatan Terlarang
Menurut laporan WHO tahun 2014, ada sekitar 36,9 juta orang yang hidup dengan HIV. Salah satu faktor risiko Anda untuk terkena HIV adalah konsumsi narkotika dan obat-obatan terlarang, alias narkoba.
Faktanya, darah yang terinfeksi HIV juga dapat masuk ke larutan obat dengan berbagai cara. Di antaranya:
Penting diketahui bahwa berbagi jarum atau alat suntik untuk keperluan apapun, seperti skin popping atau menyuntikkan steroid, hormon atau silikon, dapat berisiko terhadap HIV dan infeksi yang ditularkan melalui darah.
Selain itu, penyalahgunaan dan kecanduan obat juga dapat memperburuk gejala HIV, seperti menyebabkan cedera saraf dan kerusakan kognitif. Selain itu, mengonsumsi alkohol atau obat-obatan lain dapat mempengaruhi sistem imun dan mempercepat perkembangan penyakit.
Perawatan untuk penyalahgunaan obat dapat efektif untuk mencegah penyebaran penyakit, akibat kaitan kuat antara penyalahgunaan obat dan penyebaran HIV. Perawatan untuk penyalahgunaan obat meliputi pengurangan risiko HIV, seperti menghentikan atau mengurangi penggunaan obat dan perilaku yang berisiko.
Obat-obatan lain juga terkait dengan peningkatan risiko infeksi HIV, seperti:
Sumber : https://hellosehat.com/pusat-kesehatan/hivaids/bagaimana-anda-bisa-terkena-hiv-dari-narkotika-dan-obat-obatan-terlarang
Bagaimana bisa konsumsi narkoba menyebabkan seseorang terkena HIV?
Konsumsi obat-obatan terlarang lebih berperan penting dalam penularan HIV daripada penggunaan obat melalui suntikan. Alasannya, seseorang yang berada di bawah pengaruh obat tertentu lebih cenderung melakukan perilaku berisiko, seperti melakukan seks tanpa kondom dengan orang yang terinfeksi dan berbagi obat atau alat suntik dengan orang yang memiliki HIV.Faktanya, darah yang terinfeksi HIV juga dapat masuk ke larutan obat dengan berbagai cara. Di antaranya:
- Menggunakan alat suntik yang terkontaminasi darah untuk menyiapkan obat
- Menggunakan kembali air untuk melarutkan obat
- Menggunakan kembali tutup botol, sendok, atau wadah lainnya untuk melarutkan obat dalam air dan untuk memanaskan larutan obat
- Menggunakan kembali sebagian kecil kapas atau filter rokok untuk menyaring partikel yang dapat menyumbat jarum
Penting diketahui bahwa berbagi jarum atau alat suntik untuk keperluan apapun, seperti skin popping atau menyuntikkan steroid, hormon atau silikon, dapat berisiko terhadap HIV dan infeksi yang ditularkan melalui darah.
Selain itu, penyalahgunaan dan kecanduan obat juga dapat memperburuk gejala HIV, seperti menyebabkan cedera saraf dan kerusakan kognitif. Selain itu, mengonsumsi alkohol atau obat-obatan lain dapat mempengaruhi sistem imun dan mempercepat perkembangan penyakit.
Perawatan untuk penyalahgunaan obat dapat efektif untuk mencegah penyebaran penyakit, akibat kaitan kuat antara penyalahgunaan obat dan penyebaran HIV. Perawatan untuk penyalahgunaan obat meliputi pengurangan risiko HIV, seperti menghentikan atau mengurangi penggunaan obat dan perilaku yang berisiko.
Zat dan obat-obatan yang sering disalahgunakan
Alkohol
Apabila Anda menenggak banyak alkohol sekaligus, seperti di pesta miras, ada beberapa konsekuensi yang terkait dengan kesehatan dan sosial seperti seks bebas tanpa kondom. Karena alkohol dapat sangat mengaburkan fungsi kognitif otak dalam membuat keputusan, seks di bawah pengaruh alkohol lebih cenderung minim penggunaan kondom, dan dilakukan jumlah pasangan seksual yang berbeda-beda. Inilah mengapa konsumsi alkohol dapat menjadi faktor risiko penting terhadap infeksi HIV.Kokain
Kokain dapat menghabiskan tenaga Anda dengan cepat dan jadi mendorong Anda untuk melakukan 1001 cara demi kembali mendapatkan obat. Penyalahgunaan kokain meningkatkan risiko infeksi HIV dengan perilaku berisiko, seperti pasangan seksual yang berbeda, minim penggunaan kondom, meningkatnya gairah seks, serta penggunaan lebih dari satu zat.Methamphetamine
Mirip dengan dua zat di atas, penyalahgunaan methamphetamine (atau meth) juga meningkatkan risiko aktivitas seks bebas tanpa kondom. Selain itu, zat ini dapat menyebabkan ketagihan dan digunakan lewat jarum suntik. Seseorang yang menggunakan meth cenderung memiliki kekeringan pada kulit penis dan jaringan lendir pada anus dan vagina. Organ genital yang kering dapat memudahkan terjadinya luka dan lecet saat seks di mana virus HIV dapat masuk ke dalam tubuh. Beberapa pria gay dan biseksual mengombinasikan meth dengan obat kuat yang terkait dengan seks anal yang tidak terlindungi.Inhalansia (solven)
Inhalansia nitrit terkait dengan perilaku seksual berisiko, penggunaan obat terlarang, dan infeksi menular seksual pada pria homoseksual dan biseksual. Inhalansia juga kerap digunakan oleh remaja, seperti untuk meningkatkan kepuasan seksual, membantu seks anal dengan meningkatkan sensitivitas dan merilekskan otot anus, yang menyebabkan lebih banyak hubungan seksual yang tidak terproteksi.Obat-obatan lain juga terkait dengan peningkatan risiko infeksi HIV, seperti:
- Penggunaan obat bius “rape drugs” seperti ekstasi, ketamine, dan GHB dapat mengaburkan logika dan keputusan Anda terhadap seks dan penggunaan obat. Anda akan cenderung memiliki hubungan seks yang tidak terencana atau terlindungi, atau menggunakan obat lain, seperti obat suntikan atau meth. Perilaku tersebut dapat meningkatkan risiko terhadap paparan HIV. Apabila Anda memiliki HIV, hal ini juga dapat meningkatkan risiko penyebaran HIV.
- Penggunaan amyl nitrite (inhalansia yang dikenal juga sebagai “poppers”) telah terkait dengan risiko HIV. Poppers, yang kadang digunakan untuk seks anal karena merilekskan otot anus, telah dikaitkan dengan perilaku seksual berisiko, penggunaan obat ilegal, dan penyakit menular seksual di antara pria gay dan biseksual. Penggunaan obat tersebut juga baru-baru ini dikaitkan dengan peningkatan penggunaan pada remaja.
Sumber : https://hellosehat.com/pusat-kesehatan/hivaids/bagaimana-anda-bisa-terkena-hiv-dari-narkotika-dan-obat-obatan-terlarang
Mendeteksi Gejala HIV & AIDS Sesuai Dengan Stadiumnya
HIV/AIDS adalah penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia.
Banyak orang yang belum bisa membedakan bahwa HIV dan AIDS, padahal
kedua hal ini adalah dua penyakit yang berbeda. HIV atau Human Immunodeficiency Virus
adalah virus yang menyerang organ-organ vital sistem kekebalan tubuh
manusia, seperti sel T4 CD4+ makrofag dan sel dendritik. HIV merusak sel
kekebalan tubuh secara langsung dan tidak langsung, padahal sel
tersebut sangat dibutuhkan agar sistem kekebalan tubuh dapat berfungsi
baik. Pada fase ini, penderita bisa saja tidak menunjukkan gejala atau
memperlihatkan gejala ringan.
Sedangkan AIDS merupakan singkatan dari Aquired Immune Deficiency Syndrome. Syndrome berarti kumpulan gejala-gejala dan tanda-tanda penyakit. deficiency berarti kekurangan, immune berarti kekebalan, dan acquired berarti diperoleh atau didapat, dalam hal ini “diperoleh” mempunyai pengertian bahwa AIDS bukanlah penyakit keturunan. Seseorang menderita AIDS bukan karena ia keturunan dari penderita AIDS, tetapi karena ia terjangkit atau terinfeksi virus penyebab AIDS. AIDS merupakan tahap akhir dari infeksi HIV.
Ada beberapa tahapan infeksi HIV hingga seseorang menjadi AIDS. WHO membaginya sesuai gejala klinis dan beberapa tes pemeriksaan yang dilakukan dokter. Apa saja tahap infeksinya? Yuk ikuti penjelasan berikut ini.
Pada stadium ini, penderita tidak menunjukkan gejala, dan kalau pun ada gejala, hanya berupa pembesaran kelenjar getah bening di berbagai bagian tubuh penderita, misalnya leher, ketiak, dan lipatan paha.
Sumber : https://hellosehat.com/pusat-kesehatan/hivaids/mendeteksi-gejala-hivaids-sesuai-dengan-stadiumnya/
Sedangkan AIDS merupakan singkatan dari Aquired Immune Deficiency Syndrome. Syndrome berarti kumpulan gejala-gejala dan tanda-tanda penyakit. deficiency berarti kekurangan, immune berarti kekebalan, dan acquired berarti diperoleh atau didapat, dalam hal ini “diperoleh” mempunyai pengertian bahwa AIDS bukanlah penyakit keturunan. Seseorang menderita AIDS bukan karena ia keturunan dari penderita AIDS, tetapi karena ia terjangkit atau terinfeksi virus penyebab AIDS. AIDS merupakan tahap akhir dari infeksi HIV.
Ada beberapa tahapan infeksi HIV hingga seseorang menjadi AIDS. WHO membaginya sesuai gejala klinis dan beberapa tes pemeriksaan yang dilakukan dokter. Apa saja tahap infeksinya? Yuk ikuti penjelasan berikut ini.
Gejala awal HIV
Gejala awal adalah gejalayang terjadi beberapa minggu setelah seseorang terpapar oleh virus HIV. Biasanya berlangsung 3-6 minggu, dan terjadi paling lama 3 bulan setelah virus tersebut masuk ke tubuh melalui beberapa cara, misalnya tertusuk jarum setelah dipakai penderita HIV atau berhubungan sex dengan penderita HIV. Gejalanya dapat serupa dengan gejala sakit flu, yaitu:- Demam
- Nyeri menelan
- Batuk
- Lemas dan merasa tidak enak badan
- Diare
- Pembesaran kelenjar getah bening
Gejala HIV stadium I
Stadium 1 adalah fase di mana gejala awal sudah mulai hilang, disebut sebagai infeksi HIV asimtomatik dan tidak dikategorikan sebagai AIDS. Pada tahap ini, pengidap HIV akan terlihat normal, seperti orang sehat biasa pada umumnya, sehingga banyak yang tidak menyadari bahwa mereka telah terinfeksi oleh virus HIV. Periode tanpa gejala dapat terjadi bertahun-tahun, bisa 5-10 tahun tergantung dari daya tahan tubuh penderita. Rata-rata, para penderita HIV akan berada di stadium ini selama 7 tahun.Pada stadium ini, penderita tidak menunjukkan gejala, dan kalau pun ada gejala, hanya berupa pembesaran kelenjar getah bening di berbagai bagian tubuh penderita, misalnya leher, ketiak, dan lipatan paha.
Gejala HIV stadium II
Pada stadium ini, daya tahan tubuh sudah mulai turun. Virus menunjukkan aktivitasnya pada daerah yang memiliki membran mukosa kecil. Gejalanya beragam, dan masih belum khas. Biasanya hal ini terjadi pada pasien yang memiliki gaya hidup tidak berisiko tinggi dan masih belum mengetahui bahwa dirinya sudah terinfeksi. Akibatnya, mereka tidak melakukan pemeriksaan darah dan otomatis tidak memperoleh pengobatan dini untuk mencegah percepatan masuk ke stadium infeksi HIV berikutnya. Gejalanya berupa:- Penurunan berat badan kurang dari 10% dari perkiraan berat badan sebelum terkena penyakit, yang tidak diketahui penyebabnya. Penderita tidak dalam diet atau pengobatan yang dapat menurunkan berat badan.
- Infeksi saluran napas atas yang sering kambuh, seperti: sinusitis, bronkhitis, radang telinga tengah (otitis media), radang tenggorokan (faringitis).
- Herpes zoster yang berulang dalam 5 tahun.
- Radang pada mulut dan stomatitis (sariawan) yang berulang.
- Gatal pada kulit (papular pruritic eruption).
- Dermatitis seboroik yang ditandai ketombe luas yang tiba-tiba muncul.
- Infeksi jamur pada kuku dan jari-jari.
Gejala HIV stadium III
Fase ini disebut fase simptomatik, yang sudah ditandai dengan adanya gejala-gejala infeksi primer. Gejala yang timbul pada stadium III ini cukup khas sehingga kita bisa mengarah pada dugaan diagnosis infeksi HIV/AIDS. Penderita biasanya lemah dan menghabiskan waktu 50% di tempat tidur. Namun, diperlukan pemeriksaan darah untuk menegakkan diagnosis dengan tepat. Rentang waktu dari stadium III menuju AIDS rata-rata 3 tahun. Gejala pada stadium III antara lain:- Penurunan berat badan lebih dari 10% dari perkiraan berat badan sebelumnya tanpa penyebab yang jelas.
- Mencret-mencret (diare) kronis yang tidak jelas penyebabnya lebih dari 1 bulan.
- Demam yang terus menerus atau hilang timbul selama lebih dari 1 bulan yang tidak jelas penyebabnya.
- Infeksi jamur di mulut (candidiasis oral).
- Oral hairy leukoplakia.
- Tuberkulosis paru yang terdiagnosis 2 tahun terakhir.
- Radang mulut akut nekrotik, ginggivitis (radang gusi), periodontitis yang berulang dan tidak kunjung sembuh.
- Hasil pemeriksaan darah yang menunjukkan turunnya sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit.
Gejala HIV stadium IV
Stadium ini disebut juga stadium AIDS, ditandai secara fisik dengan munculnya pembesaran kelenjar limfa di seluruh tubuh dan selanjutnya muncul beberapa infeksi oportunistik. Pada umumnya, kondisi tubuh sangat lemah dengan aktivitas di tempat tidur di atas 50%. Fase ini adalah fase akhir dan biasanya bercirikan suatu jumlah CD4 yang kurang dari 200. Gejalanya antara lain:- HIV wasting syndrome, di mana penderita menjadi kurus kering dan tidak bertenaga.
- Pneumonia pneumocystis: batuk kering, sesak yang progresif, demam, dan kelelahan berat.
- Infeksi bakteri yang berat seperti infeksi paru (pneumonia, emfisema, pyomyositis), infeksi sendi dan tulang dan radang otak (meningitis).
- Infeksi herpes simplex kronis (lebih dari 1 bulan).
- Penyakit tuberkulosis di luar paru, misalnya tuberkulosis kelenjar.
- Kandidiasis esofagus yaitu infeksi jamur di kerongkongan yang membuat penderita sangat sulit untuk makan.
- Sarkoma Kaposi.
- Toxoplasmosis cerebral yaitu infeksi toksoplasma di otak yang dapat menyebabkan abses/borok otak.
- Encephalophaty HIV, keadaan di mana penderita sudah mengalami penurunan dan perubahan kesadaran.
Apakah orang yang AIDS akan langsung meninggal?
Jawabannya tidak. Jumlah limposit CD4+ dapat ditingkatkan dan dijaga dalam batas aman. Ya, tentu dengan cara hidup sehat, hindari sumber infeksi dan penyakit, serta mengonsumsi obat ARV secara rutin.Sumber : https://hellosehat.com/pusat-kesehatan/hivaids/mendeteksi-gejala-hivaids-sesuai-dengan-stadiumnya/
Penularan HIV/AIDS Dan Pencegahan Pada Narkoba
Hal ini,memang banyak terjadi dari
kalangan orang-orang kelas atas,yang dengan gampangnnya memperoleh
barang haram ini untuk sekedar tren dan hiburan bagi mereka.dan lebih
parahnya lagi sampai-sampai menyerang pada kalangan remaja,yang sangat
mengkhawatirkan pada mental dan psikisnya.yang disebabkan karena
pergaulan bebas dilingkungan sekitar dan lingkungan sepergaulannya
diluar yang tidak dapat diantisipasi sedini mungkin.oleh karena itu mari
kita membaca sedikit artikel berikut ini mengenai.penularan HIV/AIDS
dan pencegahan pada narkoba.
penggunaan narkoba dilakukan dengan berbagai cara .misalnya dengan cara ditelan,dirokok,disedot dengan hidung dan dengan menggunkan suntikan sekalipun.penyalahgunaan narkoba dengan menggunakan jarum suntik.secara bergiliran ataupun bergantian.sangat berpeluang besar mengakibatkan penyebaran penyakit HIV/AIDS.HIV (human immunodeficiency virus).merupakan kuman yang menyebabkan hilangnya sistem kekebalan tubuh pada manusia.
tahapan lanjutan dari infeksi HIV akan mengakibatkan rusaknya sistem kekebalan tubuh yang sangat parah.situasi ini menyebabkan tubuh mudah terserang penyakit (infeksi upurtunistik).inilah kondisi yang kita sebut dengan penyakit AIDS (acquired immunodefiency syndrome).
HIV ditularkan melalui cairan tubuh,yaitu darah dan air m4ni .penggunaan jarum suntik secara bergiliran pada penggunaan narkoba akan mengakibatkan para penggunanya akan dengan mudahnya tertular HIV.penelitian ini menunjukkan bahwa 90 % dari pengguna narkoba yang terkena HIV.(menggunakan jarum suntik bergiliran).itulah bahaya yang disebabkan oleh penggunaan narkoba.yang bisa menyebabkan anda positif terkena HIV/AIDS.adapun juga penularannya bisa melalui air liur seseorang yang terkena HIV/AIDS bahkan keringatnya pun.
disamping itu penanggulangan narkoba dalam kalangan pelajar.merupakan kalangan yang paling banyak memakan korban dari penyalahgunaan narkoba ini.hal tersebut disebabkan karena masa remaja yang merupakan masa rentan dan mudah terpengaruh oleh faktor eksternal.seperti dilingkungannya atau teman sebayanya.
untuk mencegah penyalahgunaan narkoba,khususnya pada kalangan pelajar di sekolah,berikut ini upaya yang dapat dilakukan :
- mendekaktkan diri kepada tuhan YANG MAHA ESA serta membangkitkan kesadaran beragama, menginformasikan hal-hal positif dan yang bermanfaat.dengan begitu kita tidak akan terjerumus kedalam barang haram ini.
- hindari pergaulan bebas yang tidak bermanfaat,yang hanya menjerumuskan kita kedalam masalah,serta selektif dalam memilih makanan dan minuman untuk menghindari penularan HIV/AIDS.dan untuk menghindari pergaulan bebas,carilah teman yang mau mengajakmu kepada hal kebaikan bukan malah keburukan.karena hal ini akan berpengaruh pada masa yang akan datang bagi dirimu.
- melaksanakan kegiatan belajar yang baik dan tertib.kita akan belajar disiplin dan tertib dan mengetahui tugas kita sebagai pelajar,yang memang tugasnya untuk menuntut ilmu karena tanpa ilmu kita akan buta,dan menempuh ilmu diajalan yang salah sama saja kita akan terjerumus dalam lubang kegelapan.maka dari itu gunakanlah ilmu yang kamu pelajari untuk bisa membawamu ke kehidupan yang kekal.
- menyibukkan diri dengan mengikuti kegiatan ekstrakulikuler yang positif.ikuti kegiatan ekstrakulikuler seperti contohnya mengikuti kegiatan beladiri disekolah,tentunya hal ini akan sangat bermanfaat dibandingkan dengan kamu mengikuti pergaulan bebas yang hanya bisa senang-sengang saja dengan menghabiskan uang ibu ayah mu,dengan kamu mengikuti kegiatan disekolahmu,kamu akan disibukkan dengan berbagai aktivitas yang bermanfaat yang berhubungan dengan kehidupan sosialmu dan pastinya kamu akan menemukan banyak teman-teman atau sahabat yang sangat baik.
- selalu terbuka dengan teman,guru-guru dan kedua orangtua.ceritakan apa yang menurut kamu tidak bisa diselesaikan dengan caramu sendiri jangan pernah menutup-nutupinya,karena cobalah,kamu pikir,kita hidup didunia bukan hanya sendiri saja.cobalah untuk terbuka dan mau berbicara terutama kepada keluargamu,guru-guru dan teman,mintalah solusi dan nasehat mereka,karena mereka sangatlah menyayangimu.jangan selesaikan masalah jika memang kamu tidak sanggup.toh kita ini manusia biasa.air mata itu jatuh karena kita mempunyai cinta dan kasih sayang.jadi buktikan jika kamu masih punya cinta dan kasih sayang.
Jadi setiap sahabat ada masalah ada baiknya ceritakan kepada keluarga terdekat sahabat. jangan sahabat pendam-pendam sendirian apabila sahabat tidak bisa menemukan jalannya, ada baiknya ceritakanlah. sebab suatu masalah apapun itu pasti ada jalan keluarnya. jangan malu atau ragu. jika dalam kondisi seperti ini sahabat pendam dan sama hal dengan yang diatas tadi sahabat akan mudah mengalami depresi dan tekanan jiwa yang belebih.
serta jalan yang paling mudah dan paling tepat adalah mengadulah semua persoalan-persoalan hidup yang sahabat hadapi kepada sang pencipta. karena ialah yang tau semua segi persoalan dalam hidup kita. dengan keyakinan dan keteguhan yang kuat, sahabat akan diberikan solusi dan jawaban yang tepat oleh sang pencipta untuk menyelesaikan permasalah sahabat dengan jalan yang indah dan tepat.
Sumber : http://kokoreang.blogspot.com/2015/07/penularan-hiv-aids-dan-pencegahan-pada-narkoba.html
penggunaan narkoba dilakukan dengan berbagai cara .misalnya dengan cara ditelan,dirokok,disedot dengan hidung dan dengan menggunkan suntikan sekalipun.penyalahgunaan narkoba dengan menggunakan jarum suntik.secara bergiliran ataupun bergantian.sangat berpeluang besar mengakibatkan penyebaran penyakit HIV/AIDS.HIV (human immunodeficiency virus).merupakan kuman yang menyebabkan hilangnya sistem kekebalan tubuh pada manusia.
Tahapan lanjutan HIV/AIDS
tahapan lanjutan dari infeksi HIV akan mengakibatkan rusaknya sistem kekebalan tubuh yang sangat parah.situasi ini menyebabkan tubuh mudah terserang penyakit (infeksi upurtunistik).inilah kondisi yang kita sebut dengan penyakit AIDS (acquired immunodefiency syndrome).
Penularannya
HIV ditularkan melalui cairan tubuh,yaitu darah dan air m4ni .penggunaan jarum suntik secara bergiliran pada penggunaan narkoba akan mengakibatkan para penggunanya akan dengan mudahnya tertular HIV.penelitian ini menunjukkan bahwa 90 % dari pengguna narkoba yang terkena HIV.(menggunakan jarum suntik bergiliran).itulah bahaya yang disebabkan oleh penggunaan narkoba.yang bisa menyebabkan anda positif terkena HIV/AIDS.adapun juga penularannya bisa melalui air liur seseorang yang terkena HIV/AIDS bahkan keringatnya pun.
disamping itu penanggulangan narkoba dalam kalangan pelajar.merupakan kalangan yang paling banyak memakan korban dari penyalahgunaan narkoba ini.hal tersebut disebabkan karena masa remaja yang merupakan masa rentan dan mudah terpengaruh oleh faktor eksternal.seperti dilingkungannya atau teman sebayanya.
Pencegahan pada narkoba
untuk mencegah penyalahgunaan narkoba,khususnya pada kalangan pelajar di sekolah,berikut ini upaya yang dapat dilakukan :
Dekatkan diri kepada sang pencipta
- mendekaktkan diri kepada tuhan YANG MAHA ESA serta membangkitkan kesadaran beragama, menginformasikan hal-hal positif dan yang bermanfaat.dengan begitu kita tidak akan terjerumus kedalam barang haram ini.
Pergaulan bebas
- hindari pergaulan bebas yang tidak bermanfaat,yang hanya menjerumuskan kita kedalam masalah,serta selektif dalam memilih makanan dan minuman untuk menghindari penularan HIV/AIDS.dan untuk menghindari pergaulan bebas,carilah teman yang mau mengajakmu kepada hal kebaikan bukan malah keburukan.karena hal ini akan berpengaruh pada masa yang akan datang bagi dirimu.
Tertib dalam belajar
- melaksanakan kegiatan belajar yang baik dan tertib.kita akan belajar disiplin dan tertib dan mengetahui tugas kita sebagai pelajar,yang memang tugasnya untuk menuntut ilmu karena tanpa ilmu kita akan buta,dan menempuh ilmu diajalan yang salah sama saja kita akan terjerumus dalam lubang kegelapan.maka dari itu gunakanlah ilmu yang kamu pelajari untuk bisa membawamu ke kehidupan yang kekal.
Sibukkan diri
- menyibukkan diri dengan mengikuti kegiatan ekstrakulikuler yang positif.ikuti kegiatan ekstrakulikuler seperti contohnya mengikuti kegiatan beladiri disekolah,tentunya hal ini akan sangat bermanfaat dibandingkan dengan kamu mengikuti pergaulan bebas yang hanya bisa senang-sengang saja dengan menghabiskan uang ibu ayah mu,dengan kamu mengikuti kegiatan disekolahmu,kamu akan disibukkan dengan berbagai aktivitas yang bermanfaat yang berhubungan dengan kehidupan sosialmu dan pastinya kamu akan menemukan banyak teman-teman atau sahabat yang sangat baik.
Menjadi pribadi yang lebih terbuka
- selalu terbuka dengan teman,guru-guru dan kedua orangtua.ceritakan apa yang menurut kamu tidak bisa diselesaikan dengan caramu sendiri jangan pernah menutup-nutupinya,karena cobalah,kamu pikir,kita hidup didunia bukan hanya sendiri saja.cobalah untuk terbuka dan mau berbicara terutama kepada keluargamu,guru-guru dan teman,mintalah solusi dan nasehat mereka,karena mereka sangatlah menyayangimu.jangan selesaikan masalah jika memang kamu tidak sanggup.toh kita ini manusia biasa.air mata itu jatuh karena kita mempunyai cinta dan kasih sayang.jadi buktikan jika kamu masih punya cinta dan kasih sayang.
Menghargai waktu dan usaha
- tidak pernah menyia-nyiakan hidup,diri,waktu,dan uang.buat sebuah rencana besar untuk kehidupan masa depanmu,dan selalu dan selalu pikirkan untuk kehidupan kekal abadimu kelak.pikirkan kalau kita hidup didunia ini hanyalah sebagai batu loncatan saja.dan tujuan hidup kita adalah surga.jadi manfaat waktu,hidup dan uang mu untuk membangun sebuah sedekah untuk orang yang membutuhkan,keluarga dan orang yang kita sayangi (ingat penyesalan akan selalu datang diakhir).Sadar akan potensi
- menyadari potensi diri terutama kekurangan dan kelebihan masing-masing .ingat bahwa narkoba tidak dapat menutupi kelemahan dan kekurangan diri anda,tetapi sebaliknya akan memperparah diri anda.Jangan jauhi ia
- Bila berhadapan atau bertemu dengan orang atau teman dan sahabat yang mulai bersentuhan dengan narkoba, gunakan kasih sayang untuk menariknya ke jalan hidup yang lebih sehat dan jalan yang benar.Banyak belajar
- Mengetahui dan mempelajari fakta-fakta tentang narkoba termasuk akibat-akibat yang di timbulkan oleh barang-barang haram tersebut.atau bisa juga ikut bergabung dengan komunitas atau grup yang berhubungan dengan anti narkoba atau komunitas yang saling mengingatkan yang memberikan manfaat yang lebih untuk kita dan orang banyak.Olahraga
- rajin berolahraga.sehingga pikiran dan akal menjadi rileks.serta memperoleh kesehatan jasmani dan rohani tubuh anda.karena olahraga itu murah dan simple,lakukan dan terapkan menjadi pola hidup,buktikan kalau untuk menjadi sehat itu tidak selalu harus lah mahal.Jangan merasa sendiri
- Tidak selalu mempojokkan diri sendiri,kedalam masalah yang terus berlarut-larut.sehingga membuat depresi.Jadi setiap sahabat ada masalah ada baiknya ceritakan kepada keluarga terdekat sahabat. jangan sahabat pendam-pendam sendirian apabila sahabat tidak bisa menemukan jalannya, ada baiknya ceritakanlah. sebab suatu masalah apapun itu pasti ada jalan keluarnya. jangan malu atau ragu. jika dalam kondisi seperti ini sahabat pendam dan sama hal dengan yang diatas tadi sahabat akan mudah mengalami depresi dan tekanan jiwa yang belebih.
serta jalan yang paling mudah dan paling tepat adalah mengadulah semua persoalan-persoalan hidup yang sahabat hadapi kepada sang pencipta. karena ialah yang tau semua segi persoalan dalam hidup kita. dengan keyakinan dan keteguhan yang kuat, sahabat akan diberikan solusi dan jawaban yang tepat oleh sang pencipta untuk menyelesaikan permasalah sahabat dengan jalan yang indah dan tepat.
Inilah jalan terbaik untuk kita semua
Perbanyaklah ibadah, serta jadikanlah ia sebagai tiang wajib bagi agamamu dimanapun dan kapanpun sahabat berada. karena dengan beribadah kita akan tau jati diri kita sebagai seorang manusia. yang sedang berjalan menuju keakhir dengan amal dan perbuatan yang akan menuntun sahabat semua kejalan kebahagiaan yang kekal abadi. aamin.Sumber : http://kokoreang.blogspot.com/2015/07/penularan-hiv-aids-dan-pencegahan-pada-narkoba.html
Narkoba dan HIV ? Bersahabat !
Narkoba itu adalah Narkotika dan Obat-obatan atau bahan berbahaya.
Secara eksplisitnya dan kepanjangan dari narkobaitu sendiri.
Kalo dari Wikipedia selain “narkoba”, istilah lain yang diperkenalkan khususnya oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia adalah Napza yang merupakan singkatandari Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif.
Semua istilah ini, baik “narkoba” ataupun “napza”, mengacu pada kelompok senyawa yang umumnya memiliki risiko kecanduan bagi penggunanya. Menurut pakar kesehatan,narkoba sebenarnya adalah senyawa-senyawa psikotropika yang biasa dipakai untuk membius pasien saat hendak dioperasi atau obat-obatan
untuk penyakit tertentu. Namun kini persepsi itu disalahartikan akibat pemakaian di luar peruntukan dan dosis yang semestinya. (Wikipedia)
Jenis dari narkoba dibagi jadi 3 golongan, yang pertama narkoba adalah: ganja atau marijuana, morphin, heroin atau putaw, opium atau tanaman candu, dan kokain. Golongankedua adalah psikotropika, isinya adalah: amphetamine,ekstasi, dan shabu-shabu. Yang terakhir atau golongan ketiga disebut alcohol dan zat adiktif lainnya. (blog dari SitiZubaidah)
Cara menikmati narkoba bisa dengan banyak cara, diminum, dihirup dan disuntik. Menikmati narkoba dengan cara dihidup dan diminum tidak memiliki resiko yang tinggi, tapi jarum suntik sangat beresiko. Jarum suntik yang dipakai secara bergantian merupakan resiko paling tinggi untuk tertular HIV, karna terjadi pertukaran darah orang lain yang mungkin mengidap HIV. Dan sebagian atau bahkan lebih, dari pengguna narkoba menggunakan jarum suntik. Selain jarum suntik, berhubungan seks juga menyumbang persentase yang cukup banyak.
Kenapa kami kaitkan dengan seks? Narkoba bisa menyebabkan pemakainya kehilangan penalaran tentang akal sehat, sehingga pada saat melakukan hubungan seks para pemakai narkoba tidak terpikir untuk melakukan hubungan seks secara aman dan bisa melakukannya dengan siapa saja, sehingga peluang tertular HIV sangat besar.
Kesimpulan kami dari hubungan narkoba dengan HIV dan AIDS adalah narkoba sangat berhubungan erat dengan HIV.Jarum suntik yang tidak steril, seks bebas yang tidak aman membuka peluang paling besar untuk tertular HIV. Bagi yang bukan pengguna narkoba, lebih baik jangan mencoba. Tapi jika anda sudah terlanjur menjadi pecandu narkoba, anda bisa menjalani rehabilitasi supaya bisa terlepas dari pengaruh narkoba. Hidup kita emang akan hancur karna narkoba.
Sumber : https://www.odhaberhaksehat.org/2012/narkoba-dan-hiv-mereka-akrab/
Langganan:
Postingan (Atom)



